We can’t have them all, can we..?

May 29th, 2006 by egichandra

When this line-“life is about making choices”- comes up in my mind, I straightly said :”damn! It’s right”…

Some of us might have a lot of choices to make,

Some of us have to live a life without have to make a choice,

Some of us does not even have a choice,..really?

..in any kind of situations,

I think I find a red line between them,

no matter the situation is, even if there are thousands of choice to make, still, we can’t have them all..

that’s the idea of making choices,

simple choices can be lived simultaneously,

but what happened to the choices which are more complex?

like, having a great job while pursuing your degree seriously,

being a perfect parent while becoming a great employee,

living far away from your love ones while catch your dreams,..

no can do, buddy..

there’s no such thing like having them all

simultaneously and significantly,

there will be number 2,3,4 priority, and so on, and so on..

or, just give away choice to get the other if it is not in a negotiable situation,

we’re not a superman..

I’m having a difficult choice today,

I made my mind,

I’ll try to live my choice seriously

cos we’re not only making choices, but live with them too,

we can’t have them all, can we…?

having a chance to have choices to make, is a bless

and living it gratefully is same as an extraordinary life,

no matter the choice is…

how fast is a feeling changed?

April 27th, 2006 by egichandra

wondering…how fast is a feeling changed?
dari kebengongan g di suatu sore, dimana hujan turun dengan cukup deras di kota bandung ini,
im wondering..well, flashbacking, connecting, and analyzing (huahahaha…),
ternyata perasaan itu bisa berubah dengan cepat ataupun sangat lambat,….
like, misalnya, one day, you feel that you love somebody with all of your heart,
but…in another time frame, it’s possible, you feel that he’s the jerkest person that you’ve ever met, that’s not worth enough to have your heart..
or,…he hurts you more than anyone, you cried all night long, but in a microseconds, after you hear him say "sorry", damn! you think he’s the nicest person in your world..
kok bisa kayak gitu siiiihhhhh??

how can we trust a feeling, then?

so, dear friends out there,
could somebody tell me, how fast is a feeling changed…?

stripes of….sumtin’?

April 7th, 2006 by egichandra

lucu, hari ini g dapet testimonial di friendster g,..ga banyak kok yang ngasih testimonial buat g, tapi g baru sadar, bahwa ga ada satupun dari testimonial itu yang persis sama,

lucu, karena g baru nyadar kalau ternyata ’seorang egi’ bisa terwujud dalam ‘bentuk’ yang berbeda bagi tiap orang yang mengenal g,..g meninggalkan gambaran yang beda2 buat mereka, meski pun ada persamaan yang bisa dikelompokkan dari testimonial2 itu..ada benang merah seorang egi di sana, meskipun belom tentu merupakan benang merah yang sejati…

nah, hal ini mengingatkan g pada perilaku judging..kayak misalnya, "eh, si ini tuh aneh banget deh".."waa, si anu baekk bgt yaa"..dan bla bla lainnya..mungkin aja ketika penilaian itu terlontar, itu ga mewakili si sesuatu yang kita nilai..mungkin itu memang bagian dari sesuatu yang kita nilai, tapi seberapa besarkah bagian itu untuk dapat merepresentasikan sesuatu itu…? sejatikah penilaian kita…?seberapa setimbangkah penilaian itu….?

well, ga usah dijawab pertanyaan tadi..just think about it,… bayangin kalo ternyata kita sedang melihat sesuatu dari sisi horizontalnya, padahal dia tampak lebih baik (standard baik/buruk relatif memang) jika dilihat dari sisi vertikal, atau diagonal..atau dengan kemiringan 56 derajat, atau dari sudut lihat bawah, atas, samping..wuihhhhh, banyak sisi lihat yang bisa dilakukan..even ilmu statistik pun akan sulit untuk menjelaskannya..

memang, sesuatu itu pasti memiliki garis dominan dari semua garis2 yang dimilikinya..hanya saja, seberapa terlihatkah garis dominan itu dari sisi pandang kita?..well, g masih belajar sih untuk "not to judge sumtin’ too fast"..toh, as long as we live, we always learn, right?

menyapa TUHAN

April 4th, 2006 by egichandra

setiap orang punya garis dan jalur spiritualnya masing-masing..hari ini, saya bersentuhan dengan pernyataan bahwa, "TUHAN, sepertinya kita sudah lama tidak ngobrol"..tafakur ala saya

saya sudah lama tidak menyapaNYA, maksudnya, benar2 menyapa bukan cuma rangkaian rutinitas spiritual, dilakukan karena terbiasa dilakukan..

beberapa hari yang lalu saya membaca buku yang menurut saya bagus, dan menggelitik, karena beberapa pertanyaan saya kepada TUHAN tersirat dan tersurat di buku itu,..judulnya The Madness of GOD. .jujur saja, memang judulnya itu yang membuat saya memutuskan untuk membacanya (jangan membaca buku ini jika tidak membacanya sampai selesai), dan ternyata menyenangkan..karena menyentil saya dengan kenyataan bahwa  saya merindukanNYA..

kemarin saya mencoba menyapa TUHAN,..mencoba berbicara tentang banyak hal yang tidak saya mengerti, mengapa banyak ketidakseimbangan (versi saya), kenapa negeri ini "miskin" padahal sebenarnya kaya, kenapa masih saja banyak air mata sementara yang tertawa juga tidak kalah kencangnya, mengapa ada orang-orang yang tertawa dan bangga atas penghisapannya terhadap orang lain, kenapa bangsa saya tidak benar-benar "merdeka’, mengapa masih banyak hati yang patah sementara tidak sedikit juga hati yang menemukan belahannya, kenapa masih banyak yang mengeluh tentang susahnya membeli mobil terbaru sedangkan masih sangat banyak yang menangis karena hidup terasa sangat pedih buat mereka,…

TUHAN pasti mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, saya yakin, dengan keMAHAanNYA saya akan diberi sentilan-sentilan baru agar selalu ingat dan rindu untuk menyapaNYA..

kemarin saya menyapa TUHAN,…dan semoga di "obrolan" berikutnya, TUHAN membuat saya mengerti (sedikit atau banyak) tentang ketidakseimbangan itu..

…are friends immortal?

February 19th, 2006 by egichandra

waktu jamannya g sering ‘bergerombol’ kemana-mana bareng orang2 yang g kategorikan sebagai teman, g sering bertanya-tanya,

“gimana ya rasanya orang-orang yang ga punya temen? Do they feel lonely?”

kalo sekarang, pas jamannya g tidak lagi ‘bergerombol’, tapi masih ada interaksi dengan orang-orang yang g kategorikan teman (thank to communication technology), g bertanya-tanya,

“gimana rasanya kalo g udah tua, dan tidak lagi punya garis persinggungan sosial dengan orang-orang yang g kategorikan sebagai teman?”,

….mmmm, are friends immortal?

ketika lo merasa ‘ga punya temen’, apakah teman-teman lo benar-benar pergi, atau emang lo yang ga bisa ‘melihat’ mereka?

life is not supposed to be perfect..

January 25th, 2006 by egichandra

Life is not suppose to be perfect..

kalo kalimat ini dibaca dan diresapi dengan sikap skeptis,

tentunya akan terdengar sangat klise..

g sebagai pencetus kalimat ini pun merasakan

sekelebat perasaan "ah, klise".

tapi….coba deh lo pikir-pikir lagi,

emang gitu kan kondisi kehidupan ini,

kalo udah perfect, lo dah ga usah struggle, ga usah fight,

so…where is the excitement?

kalo semua terlalu mudah untuk didapatkan,

dimana letak kepuasannya?

meski jika semua terlalu sulit pun,

kadang semangat ikut menghilang bersama harapan..

g sadar,

bahwa punya harapan itu penting,

ingat..harapan lho,

not just day dreaming,

masalah terwujud atau ga,

urusan belakangan,

but please always keep in mind,

keep have faith on the excitement of life..

uang..uang..uang

January 24th, 2006 by egichandra

" eh,si-x kerja di peusahaan Y lho "

" oya? gede ya gajinya? "

…..

percakapan yang lain,…

" gila, hebat deh si-Z, keluar negri mulu "

" wah, tajir dong…"

" iya, rumahnya gede, mobilnya bagus "

" wahhh, hebat yaa "

…..

penting banget ya uang??????

g, sering banget mendengar, menyimak, berada di tengah2 percakapan kayak begini, menjadi salah satu bagiannya juga sering,

dan akhir-akhir ini g sering merasa tidak nyaman dengan kenyataan bahwa

doktrin tentang "uang tuh penting bgt! lo ga bisa idup tanpa itu! apa-apa pake uang" - benar2 telah menjadi bagian hidup,

emang bener kan? …can’t live without it,

even buat buang hajat aja bayar, brur.

padahal uang adalah sebentuk sistem pembayaran, tukar menukar, yang nilainya ditentukan oleh manusia juga, harusnya CUMA nominal, ga lebih.

g ga menampik kenyataan bahwa uang memang wajib dimiliki,

buat bisa hidup, dalam kadar hura-hura, atau pun sekedar bertahan.

tapi..yang membuat g merasa tidak nyaman adalah, bahwa uang itu seakan-akan dapat membeli segalanya,

status, kesuksesan, kekuasaan, gelar, cinta, harga diri…even nyawa

uang jadi patokan yang dominan untuk harga sebuah kesuksesan,

yang dengan berat hati harus g akui, telah menjadi sebuah kesepakatan dominan yang tidak tertulis..

yang kebenarannya seolah-olah absolut,

g ga nyaman dengan kondisi ini, tapi g belum bisa berbuat apa-apa untuk lepas darinya……

naif kah g jika g merasa tidak nyaman dengan dominasi uang….?

arrrrrrgggghhhhh!!!

January 23rd, 2006 by egichandra

aarrrrggghhhhhh!!!

dengan berteriak dan menggeram seperti itu, g berharap mendapatkan sedikit kebebasan dari …………ketergantungan.

ketergantungan, tergantung kepada,..baik ga sih? kalo kata g sih, ga baik.ga baik,kalo tergantung pada kefanaan. banyak kok yang tau kalo bergantung pada sesuatu yang fana itu tidak baik.g juga, saat menuliskan ini, logika g tuh ampe capek kali mengeluarkan reaksi kalo itu tidak baik. tapi kadang2, rasa g bersikap oposan,..even jelas2 rasa juga punya sisi rebel juga, ingin lepas dari ketergantungan.

ketergantungan, membuat g ga punya hak absolut atas diri g.ga..bener2 merdeka atas diri g, ga punya kehendak sejati, jadi terkait2 dan ditentukan oleh ‘gantungan’ g, ga bisa ’sebodo’, even though i want to…ga punya kehendak bebas.

ketergantungan akan kefanaan tuh jelas2 ga reversible, kalo sesuatu jadi ‘gantungan’ lo, belum tentu lo jadi ‘gantungan’ sesuatu itu kan, and it’s sux sometimes.

arrrrrrgggghhhhh!!

November 26th, 2005 by egichandra

it is taken from one of my favourite books,

love comes to those who still hope although they’ve been

disappointed;

to those who still believe,although they’ve been betrayed;

to those who still need to love,although they’ve been

hurt before;

and to those who have the courage and faith

to build trust again..

      

      (Bermain-main Dengan Cinta-Bagus Takwin,mengambil

       kutipan ini dari internet)

November 18th, 2005 by egichandra

Just now, i enjoy being negative..

like now, when i think death is close to me,

that i have the opportunity to end my life,

it feels good,

to know that i have a chance to choose my version of death,

it feels amazing,

i am thinking to end my live, not because i get bored,

but because i have that moment, that chance to wear black,

to wear perfume, to comb my hair, to clean up myself, even to pray to GOD to deliver another questions, 

before i choose to stop living…..

when will this time come again?

i don’t know..

to have a moment to choose the way you want for returning your soul to THE BELONGER,

to prepare your death…

and finally decide to postpone It,

because there Is screaming sounds Inside of you,

not because you have a motivation to live,

but because you have unfinished stuff Inside of you,

wait……..suddenly your not sure about killing yourself..

well…..like I have said,

it feels good to have that moment,

the moment that will makes me always remember,

I am so fuckin’ lucky to have It,

to have a thought to end my soul,

and im In a good condition to feel It