Archive for April, 2006

how fast is a feeling changed?

Thursday, April 27th, 2006

wondering…how fast is a feeling changed?
dari kebengongan g di suatu sore, dimana hujan turun dengan cukup deras di kota bandung ini,
im wondering..well, flashbacking, connecting, and analyzing (huahahaha…),
ternyata perasaan itu bisa berubah dengan cepat ataupun sangat lambat,….
like, misalnya, one day, you feel that you love somebody with all of your heart,
but…in another time frame, it’s possible, you feel that he’s the jerkest person that you’ve ever met, that’s not worth enough to have your heart..
or,…he hurts you more than anyone, you cried all night long, but in a microseconds, after you hear him say "sorry", damn! you think he’s the nicest person in your world..
kok bisa kayak gitu siiiihhhhh??

how can we trust a feeling, then?

so, dear friends out there,
could somebody tell me, how fast is a feeling changed…?

stripes of….sumtin’?

Friday, April 7th, 2006

lucu, hari ini g dapet testimonial di friendster g,..ga banyak kok yang ngasih testimonial buat g, tapi g baru sadar, bahwa ga ada satupun dari testimonial itu yang persis sama,

lucu, karena g baru nyadar kalau ternyata ’seorang egi’ bisa terwujud dalam ‘bentuk’ yang berbeda bagi tiap orang yang mengenal g,..g meninggalkan gambaran yang beda2 buat mereka, meski pun ada persamaan yang bisa dikelompokkan dari testimonial2 itu..ada benang merah seorang egi di sana, meskipun belom tentu merupakan benang merah yang sejati…

nah, hal ini mengingatkan g pada perilaku judging..kayak misalnya, "eh, si ini tuh aneh banget deh".."waa, si anu baekk bgt yaa"..dan bla bla lainnya..mungkin aja ketika penilaian itu terlontar, itu ga mewakili si sesuatu yang kita nilai..mungkin itu memang bagian dari sesuatu yang kita nilai, tapi seberapa besarkah bagian itu untuk dapat merepresentasikan sesuatu itu…? sejatikah penilaian kita…?seberapa setimbangkah penilaian itu….?

well, ga usah dijawab pertanyaan tadi..just think about it,… bayangin kalo ternyata kita sedang melihat sesuatu dari sisi horizontalnya, padahal dia tampak lebih baik (standard baik/buruk relatif memang) jika dilihat dari sisi vertikal, atau diagonal..atau dengan kemiringan 56 derajat, atau dari sudut lihat bawah, atas, samping..wuihhhhh, banyak sisi lihat yang bisa dilakukan..even ilmu statistik pun akan sulit untuk menjelaskannya..

memang, sesuatu itu pasti memiliki garis dominan dari semua garis2 yang dimilikinya..hanya saja, seberapa terlihatkah garis dominan itu dari sisi pandang kita?..well, g masih belajar sih untuk "not to judge sumtin’ too fast"..toh, as long as we live, we always learn, right?

menyapa TUHAN

Tuesday, April 4th, 2006

setiap orang punya garis dan jalur spiritualnya masing-masing..hari ini, saya bersentuhan dengan pernyataan bahwa, "TUHAN, sepertinya kita sudah lama tidak ngobrol"..tafakur ala saya

saya sudah lama tidak menyapaNYA, maksudnya, benar2 menyapa bukan cuma rangkaian rutinitas spiritual, dilakukan karena terbiasa dilakukan..

beberapa hari yang lalu saya membaca buku yang menurut saya bagus, dan menggelitik, karena beberapa pertanyaan saya kepada TUHAN tersirat dan tersurat di buku itu,..judulnya The Madness of GOD. .jujur saja, memang judulnya itu yang membuat saya memutuskan untuk membacanya (jangan membaca buku ini jika tidak membacanya sampai selesai), dan ternyata menyenangkan..karena menyentil saya dengan kenyataan bahwa  saya merindukanNYA..

kemarin saya mencoba menyapa TUHAN,..mencoba berbicara tentang banyak hal yang tidak saya mengerti, mengapa banyak ketidakseimbangan (versi saya), kenapa negeri ini "miskin" padahal sebenarnya kaya, kenapa masih saja banyak air mata sementara yang tertawa juga tidak kalah kencangnya, mengapa ada orang-orang yang tertawa dan bangga atas penghisapannya terhadap orang lain, kenapa bangsa saya tidak benar-benar "merdeka’, mengapa masih banyak hati yang patah sementara tidak sedikit juga hati yang menemukan belahannya, kenapa masih banyak yang mengeluh tentang susahnya membeli mobil terbaru sedangkan masih sangat banyak yang menangis karena hidup terasa sangat pedih buat mereka,…

TUHAN pasti mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, saya yakin, dengan keMAHAanNYA saya akan diberi sentilan-sentilan baru agar selalu ingat dan rindu untuk menyapaNYA..

kemarin saya menyapa TUHAN,…dan semoga di "obrolan" berikutnya, TUHAN membuat saya mengerti (sedikit atau banyak) tentang ketidakseimbangan itu..