kenangan, o.., kenangan

kenangan,..

bagaimana caranya sebuah ingatan menjadi kenangan?

TUHAN memang hebat,

menciptakan segumpal benda yang dinamakan otak

dengan segala sistem kerjanya,

memungkinkan manusia memiliki ingatan,

yang bisa menjadi sebuah kenangan

kalau boleh memilih,

saya ingin ingatan yang berubah menjadi kenangan adalah

ingatan tentang hal-hal baik saja,

atau hal-hal yang meninggalkan kesan baik,

sehingga ketika kenangan itu menyeruak ingin keluar

karena telah lelah berdormansi

saya bisa tersenyum, atau bahkan mungkin tertawa,

dan rasa hangat itu pun ada di sini, di dalam hati…

tapi, meski katanya hidup adalah tentang pilihan,

kenangan baik tidak bisa dipilih begitu saja,

dan kenangan buruk juga tidak bisa dienyahkan semena-mena

pernah nonton SPOTLESS MIND?

film tentang usaha orang-orang untuk menghapus kenangannya..

dengan teknologi canggih yang terukur secara kuantitatif

film itu membuat saya beranggapan bahwa banyak orang yang mulai putus asa untuk berdamai dengan kenangan yang mereka miliki

ingatan-ingatan tentang hal-hal baik menjadi kenangan buruk, ketika hal-hal baik itu menjadi hanya tinggal kenangan..

dan banyak yang tidak tahan dengan siksaannya,

some people even thought that blowing your head could release you from the tortures of bad memories

jika begitu menyakitkan memiliki kenangan buruk, kenapa dia ada dan hadir di sini, di sana, di dalam hidup?

geez…kenangan buruk ada agar kenangan baik ada..

suatu ingatan menjadi kenangan baik karena ada ingatan yang mengisi peran sebagai kenangan buruk..

tanpa ada kenangan buruk, kenangan baik akan menjadi meaningless

sudah saya bilang…TUHAN memang hebat

semua pasti ada gunanya,

kalau sepertinya tidak berguna, useless, mungkin karena keterbatasan kita dalam ‘melihat’nya (seperti sampai saat ini, saya belum juga menemukan apa manfaat kecoa? selain menyebabkan lahirnya usaha racun serangga yang ternyata menjadi mata pencaharian bagi sebagian orang…see, ada manfaatnya kan?…)

saya ingin berdamai dengan kenangan-kenangan buruk..

semakin saya mencoba membunuhnya, semakin kuat dan imun dirinya

semakin sering pula mereka mengunjungi saya..

mungkin jika saya mencoba berdamai, mereka bisa jadi berubah menjadi kenangan yang tidak begitu buruk,

dan saya pun akan bisa tersenyum untuk menyambut kedatangan mereka..

2 Responses to “kenangan, o.., kenangan”

  1. Gandung Says:

    how happy is the blameless vestal’s lot
    the world forgotten by the world forgot
    eternal sunshine of tje spotless mind
    each pray’re accepted and each wish’s resigned

  2. Diah Elita Says:

    happiness and sadness…. time goes by, people come and go…so why don’t we enjoy our limited time here on earth caused someday everythin’ will be just a memory.

Leave a Reply