Archive for October, 2005

kenangan, o.., kenangan

Sunday, October 23rd, 2005

kenangan,..

bagaimana caranya sebuah ingatan menjadi kenangan?

TUHAN memang hebat,

menciptakan segumpal benda yang dinamakan otak

dengan segala sistem kerjanya,

memungkinkan manusia memiliki ingatan,

yang bisa menjadi sebuah kenangan

kalau boleh memilih,

saya ingin ingatan yang berubah menjadi kenangan adalah

ingatan tentang hal-hal baik saja,

atau hal-hal yang meninggalkan kesan baik,

sehingga ketika kenangan itu menyeruak ingin keluar

karena telah lelah berdormansi

saya bisa tersenyum, atau bahkan mungkin tertawa,

dan rasa hangat itu pun ada di sini, di dalam hati…

tapi, meski katanya hidup adalah tentang pilihan,

kenangan baik tidak bisa dipilih begitu saja,

dan kenangan buruk juga tidak bisa dienyahkan semena-mena

pernah nonton SPOTLESS MIND?

film tentang usaha orang-orang untuk menghapus kenangannya..

dengan teknologi canggih yang terukur secara kuantitatif

film itu membuat saya beranggapan bahwa banyak orang yang mulai putus asa untuk berdamai dengan kenangan yang mereka miliki

ingatan-ingatan tentang hal-hal baik menjadi kenangan buruk, ketika hal-hal baik itu menjadi hanya tinggal kenangan..

dan banyak yang tidak tahan dengan siksaannya,

some people even thought that blowing your head could release you from the tortures of bad memories

jika begitu menyakitkan memiliki kenangan buruk, kenapa dia ada dan hadir di sini, di sana, di dalam hidup?

geez…kenangan buruk ada agar kenangan baik ada..

suatu ingatan menjadi kenangan baik karena ada ingatan yang mengisi peran sebagai kenangan buruk..

tanpa ada kenangan buruk, kenangan baik akan menjadi meaningless

sudah saya bilang…TUHAN memang hebat

semua pasti ada gunanya,

kalau sepertinya tidak berguna, useless, mungkin karena keterbatasan kita dalam ‘melihat’nya (seperti sampai saat ini, saya belum juga menemukan apa manfaat kecoa? selain menyebabkan lahirnya usaha racun serangga yang ternyata menjadi mata pencaharian bagi sebagian orang…see, ada manfaatnya kan?…)

saya ingin berdamai dengan kenangan-kenangan buruk..

semakin saya mencoba membunuhnya, semakin kuat dan imun dirinya

semakin sering pula mereka mengunjungi saya..

mungkin jika saya mencoba berdamai, mereka bisa jadi berubah menjadi kenangan yang tidak begitu buruk,

dan saya pun akan bisa tersenyum untuk menyambut kedatangan mereka..

milik, memiliki, dimiliki….

Sunday, October 23rd, 2005

milik, memiliki, dan dimiliki…

satu paket ? bisa ya, bisa ga…tergantung.

misalnya lo merasa dimiliki seseorang, maka lo menjadi milik seseorang, dan seseorang itu memiliki lo…satu paket kan?

tapi…ternyata lo tidak merasa memiliki seseorang itu meskipun lo dimiliki olehnya…tidak sepaket lagi bukan ?

kadang-kadang kita sering terjebak di ‘paket’ itu,

"ini punya g", "itu punya lo", "yang di sana punya mereka", "yang di sini punya dia"….

malah kadang-kadang terjadi pemaksaan dalam ‘pemaketan’ itu.

saling rampas, saling saing, saling tindas, saling silang…

yah, memang…milik, memiliki, dimiliki,

perlu, biar ada sedikit keteraturan, ga sembarangan, ga sembrono, ga asal pakai, ga asal comot, ga asal tarik, ga asal ngaku…

perlu, biar ada imbalan atas jerih payah, biar perjuangan ada hasilnya, biar menjadi penyemangat kalo lagi ga semangat…

tapi….miliki, memiliki, dimiliki,

ga perlu, kalo jadi memperbudak, kalo jadi segala-galanya dalam hidup, kalo mengganggu kesetimbangan,

ga perlu, kalo harus saling rampas, saling tindas, saling sakit, saling sikut, saling silang….

toh, sebenarnya di hidup ini ga ada yang benar-benar milik, memiliki, dan dimiliki..

‘wong kita semua cuma dipinjemin, dititipin, diamanatin ama yang yang Maha Punya, Maha Milik, Maha Memiliki…

makin besar titipan, pinjeman, dan amanahnya, makin besar tanggung jawabnya…makin besar godaannya…

tapi, kadang kita memang lupa (g sih sering banget lupa dan cenderung ga sadar diri…hehehe) kalo kita semua dimiliki, tapi gak pernah benar-benar punya milik dan memiliki,

bahkan diri sendiri pun…

jadi, ga sepaket kan ? (lho, masih ngomongin paket yaa????)

ironi

Sunday, October 23rd, 2005

pernah ga ngerasa kalo ironi dekat frekuensinya dengan hidup?
g sedang merasakannya…
g rasa, ironi berdetak hampir bersamaan dengan hidup
(hidup g mungkin ya, ga tau deh hidup orang lain..g ga mau sok tau ahh…)
kayak misalnya,
pas g lagi sibuk, g pengen banget ngelakuin banyak hal yang menurut g adalah hal-hal baik
tapi pas g lagi punya waktu, g malah melakukan hal-hal tidak penting dan entah dengan mekanisme apa g lupa akan rencana g tentang hal-hal baik……..ironis.
pas g lagi ga punya uang lebih, g punya banyak kesempatan buat ngayalin g mu ngapain aja kalo g punya uang lebih,
tapi pas g lagi punya uang lebih, g ga punya banyak kesempatan buat mewujudkan hayalan g,…….ironis.
pas g lagi jauh ama orang-orang yang berarti buat g, g sangat merindukan mereka dan punya banyak rencana menyenangkan untuk dilakukan,
tapi pas g lagi dekat dengan mereka, g malah sibuk ga jelas ama hal-hal lain yang belum tentu penting juga dan mereka pun menjadi terabaikan……..ironis.
pas harga-harga lagi melonjak naik dan semakin banyak orang yang susah untuk sekedar bertahan hidup (apalagi meningkatkan hidup, meskipun segala macam teori dan analisa ekonomi mutakhir menunjukkan hal yang berbeda dengan kenyataan, kenyataan!),
tapi pihak yang katanya mewakili rakyat malah dapat kenaikan tunjangan (padahal pendapatan sebelumnya udah besar untuk standar hidup di negri ini)………ironis.
….dekat ya dengan kehidupan (g)…….
g malah pernah dengan sengaja menjadi skeptis untuk melindungi diri (atau lari ya) dari ironi,
yaaa, g capek sendiri, karena ironi emang ga bisa dihindari,
tapi..jangan menyerah pada ironi, karena kalau ironi dibiarkan menang dia akan merajalela,
diajak berdamai saja, biar tidak terlalu menyakiti.
toh ironi kadang berguna, buat ngingetin g kalo bersyukur itu perlu….
bersyukur dan menikmati sekarang, saat ini.