Archive for August, 2005

hidup….?

Wednesday, August 31st, 2005

hidup, adalah suatu proses,
bisa singkat, bisa panjang, takdir
bisa meaningfull, bisa meaningless, relatif
bisa naik, bisa turun, siklus
bisa main stream, bisa minor stream, konsepsi dan konsensus
bisa jujur, bisa bohong, kondisional
bisa hitam, bisa putih, pilihan
hidup…..pernah saya kufuri, pernah saya maki, pernah saya sumpahi, pernah saya tangisi,
pernah juga saya sesali
tapi, kok ya hidup tetap berjalan dan menjadikan saya sebagai bagiannya
seperti ’saya menggonggong, hidup pun berlalu’
saat ini, saya mencintai hidup
mungkin karena saya bisa sedikit memaknainya
(saya gunakan kata sedikit-meski saya tidak tau ukurannya-untuk menundukkan kesombongan yang mungkin timbul dari diri saya)
saya punya keyakinan bahwa hidup itu memang sebuah proses
dan saya masih ingin menjalaninya
saya belum ingin mengetuk pintu kematian sebelum giliran saya
saya ingin mereguk esensinya, hidup itu
membaca, mengartikan, dan mengetahui kenapa saya ada di sini
untuk kemudian bisa mengembalikan saya kepadaNYA

Sunday, August 14th, 2005

semua orang menjadi tua, tapi ga semuanya jadi dewasa…karena itu adalah sebuah pilihan

baru-baru ini g baca sebuah buku, THE TE OF PIGLET (udah buku lama sih, tapi g baru baca)…yang menarik buat g adalah di sana g menemukan bahwa fase pertumbuhan psikologis seseorang sebaiknya terdiri dari masa anak-anak yang panjang, fase remaja yang singkat, yang selanjutnya diikuti oleh fase kedewasaan, tetapi yang banyak terjadi sekarang adalah fase anak-anak yang tidak cukup panjang, fase remaja yang lebih singkat lagi sehingga ketika lepas dari fase remaja, sifat anak-anak itu terbawa hingga tua..

nah! tulisan itu cukup men-jedag-kan…karena g seperti mendapat sedikit penjelasan tentang pertanyaan berikut: kenapa sih orang menjadi dewasa?

seperti yang udah g bilang tadi, sebenarnya menjadi dewasa itu bukan keharusan, tetapi pilihan. ketika menjadi dewasa dipertanyakan, mungkin karena mencoba menolak pilihan untuk menjadi dewasa yang bisa jadi karena masa anak-anaknya tidak cukup panjang sehingga tidak siap untuk meninggalkannya.

menjadi dewasa itu rumit, menjadi dewasa itu penuh komitmen, pilihan-pilihan dan konsekuensi, penuh kekhawatiran, dan akrab dengan rasa sepi (itu menurut g lho, orang lain sangat mungkin memandangnya sebagai hal yang berbeda).g kadang-kadang ingin balik lagi menjadi anak-anak untuk menikmati kembali dunia keajaiban anak kecil. anak kecil itu lebih pemberani, karena anak kecil tidak terikat dengan pikiran-pikirannya tentang "kalo g ngelakuin ini, efeknya apa ya?"…anak kecil, entah dengan keajaiban apa, mereka selalu punya teman, semua bisa dan mau menjadi teman mereka karena memang menyayangi mereka bukan karena ada alasan lain, anak kecil selalu bisa membuat orang tuanya senang tanpa harus menundukkan egonya,…anak kecil penuh dengan sejuta keajaiban lainnya

ketika dibenturkan dengan realita, bahwa hidup itu memang harus berjalan, dan memilih untuk menjadi dewasa menurut g lebih baik daripada membiarkan masa menghinggapi, g mulai meninggalkan keinginan untuk kembali ke masa anak-anak…mungkin anak tangga kehidupan g memang tidak cukup kokoh, sehingga g merasa tidak cukup siap meninggalkan masa anak-anak dan merasa tidak cukup mampu menjadi dewasa, tetapi…setidaknya g mencoba memilih menjadi dewasa. karena kalo g menolak menjadi dewasa, g udah kalah duluan..tentu saja g tidak ingin begitu saja membuang sisi anak-anak, karena g percaya, anak kecil bisa jadi cermin yang baik, titik kembali yang menyejukkan, dan dengan kelembutan sisi anak kecil itu nurani kita bisa tetap hidup. dan hidup tanpa nurani itu menyedihkan.

mungkin hal-hal kayak gini ga harus dipikirin terlalu njlimet, tapi dijalanin aja..let it flow, dan jargon2 lainnya…tapi g dah terlalu sering menggunakan jargon itu dalam hidup, dan berujung dengan kebingungan dan banyak kata kenapa…hehehehehe…yah, cogito ergo sum lah…

orang2 yang suka mikir, jangan ‘watir. nikmatin aja peran lo sebagai orang yang suka mikir, meskipun kalo ga mikir terlihat lebih sederhana, tapi kalo dengan berpikir lo merasa hidup, just enjoy it.